Pengertian filsafat dalam kehidupan manusia


 Kita sering mengatakan, betapa pentingnya filsafat sebagai ilmu dan filsafat terapan, termasuk filsafat agama, filsafat Pancasila, dan flsafal pendidikan Namun sangatlah sukar untuk memberikan definisi konkret apalagi abstrak terhadap filsalat-filsafat tersebut. Kata filsafat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh manusia, bahkan tidak akan pernah ada habisnya karena mengandung dua ke- mungkinan, yaitu proses berpikir dan hasil berpikir.
   
   Filsafat dalam arti pertama adalah jalan yang ditempuh untuk memecahkan masalah. Sedangkan, pada pengertian ke dua, merupakan kesimpulan yang diperoleh dari hasil pemecahan atau pembahasan masalah. Manusia, dalam hidup dan kehidupannya tidak pernah sepi dan terus melekal dengan masalah, baik sebagai individu dalam keluarga, masyarakat, dan negara maupun dalam masalah ekoromi, politik, sosial, pendidikan, dan lain sebagainya. Di samping itu, filsafat mempunyai konotasi dalam segala hal yang bersifat teoretis, transendertal, abstrak, dan lain sebagainya.

  Sesuai dengan perkembangan akal pikiran manusia yang senantiasa mengalami pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan, maka pergertian filsafat juga mengalami perke bangan dan perubahan konotası yang telah menguasai kehidupan manusia sehingga mempengaruhi filsafat hidup suatu bangsa menjadi norma negara. Kehidupan bangsa dan negara dengan segala aspek kehidupannya berdasarkan asas-asas filosofis, seperti nasionalisme, sosialisme, liberalisme, komunisme, dan lain sebagainya. Hampir dapat dikatakan bahwa filsafat sebagai filsafat negara menjadi asas filsafat pendidikan suatu masyarakat, bangsa, dan negara dalam rangka pembentukan dan pembinaan manusia menjadi warga negara yang baik.

   Apakah filsafat itu? Filsafat dari segi bahasanya, pada hakikatnya yaitu menggunakan rasio (berfikir). tetapi, tidak semua proses berfikir disebut filsafat. Manusia yang berfikir dapat diketahui dalam kehidupan sehari-hari. Jika pemikiran manusia dapat dipelajari, maka ada empat golongan pemikiran yaitu:

 1. Pemikiran Pseudo-Ilmiah.
 2. Pemikiran Awam
 3. Pemikiran Ilmiah dan
 4. Pemikiran Filosofis.

   Pemikiran Pseudo-ilmiah, bertumpu pada aspek kepercayaan kebudayaan dan mitos. Hal itu, dapat dijumpai dalam astrologi atau kepercayaan terhadap buku primbon. Pemikiran awam merupakan pemikiran orang-orang dewasa yang dapat menggunakan akal sehat. Karena bagi setiap orang awam untuk memecahkan masalah dalam kehidupan cukup dengan menggunakan akal sehat tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu.

0 Response to "Pengertian filsafat dalam kehidupan manusia"

Posting Komentar

Apa pendapat kamu?

Yuk, luangkan waktu kamu sebentar untuk memberikan pendapat agar pelayanan Ruanginfo bisa lebih baik lagi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel