Di lingkungan olahraga, khususnya sepakbola nasional, nama Yeyen Tumena sudah tak asing lagi. Mantan kapten termuda, kala diangkat berusia 18 tahun, dan sudah malang melintang di Liga Indonesia ini, tadi siang bersedia meluangkan waktu ditengah jam makan siangnya yang agak sedikit terlambat. Bang Yeyen, demikian ia biasa dipanggil, lantas bercerita kepada kru Liga Pendidikan Indonesia mengenai pengalamannya yang tak terlupakan semasa masih membela tim Indonesia, maupun di Liga Indonesia. Sambil bercanda ia berkata, "Kamu akan terharu mendengar kisah saya..".

Benar saja, kisah Yeyen Tumena yang dibaginya kepada kita begitu inspiratif dan sangat sayang untuk dilewati. Selain itu, Cowok jangkung berkulit putih ini juga melontarkan pendapat dan harapannya terhadap persepakbolaan Indonesia, Ia juga memberi motivasi terhadap calon peserta Liga Pendidikan Indonesia yang akan memulai kompetisinya bulan November ini.

yeyen tumena

Bapak dua anak yang lahir pada 16 Mei 1976 ini begitu banyak mengukir prestasi di Indonesia. Yeyen sudah menyukai sepak bola sejak kanak-kanak. Hingga pada usianya ke-10, Yeyen Tumena sudah aktif bermain bola. Lima tahun kemudian adalah moment paling berharga dalam hidupnya, Yeyen Tumena lolos dalam seleksi dan bergabung dengan tim dari Asia ( Primavera ) di Itali selama 2 tahun.

Di sanalah Yeyen Tumena mendapat pengalaman berlatih secara profesional, bahkan kerapkali satu lapangan dengan Alexander Del Piero dan bintang-bintang sepakbola bertaraf internasional lainnya. Karirnya tidak berhenti di sana. Sepulang ke Tanah Air pada usianya baru 18 tahun, Yeyen Tumena yang berposisi sebagai stoper dipercaya menyandang ban kapten termuda ketika bermain untuk PSM Makassar pada 1995 sapai dengan 2000.

"Tepatnya pada saat saya berusia 18 tahun, 17 hari, 33 jam..," kenang Yeyen Tumena.

Urusan sepak bola selalu jadi yang pertama. Tetapi sekolah juga sama pentingnya bagi lelaki berdarah minang ini. Ia tidak begitu saja meninggalkan bangku sekolah.

"Waktu itu saya ujian EBTANAS di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura. Saya ujian IPA seorang diri, sedangkan teman-teman yang lain jurusan IPS. Saya benar - benar mengerjakan sendiri. Bagaimanapun, saya bertekad menyelesaikan pendidikan saya," ujarnya bersemangat.

Yeyen Tumena tidak serta merta meninggalkan dunia sepakbola. Keputusan pensiun dari sepakbola sudah dipertimbangkan matang-matang. Saat ini, selain sebagai salah satu direktur PT. Graha Indisport dan sebagai komentator di berbagai stasiun tv swasta.

“Selain ada penawaran menarik dalam kepanitiaan Piala Asia, saya juga menemukan partner yang tepat untuk sharing ide dan bisnis, kesempatan itu tentu tidak saya sia-siakan...”

Yeyen Tumena menyelesaikan kuliah S1 STIE YPUP Makassar dengan IPK 3,2 dan berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2. Namun, terbatasnya waktu untuk pekerjaan dan keluarga membuat rekan seangkatan Kurniawan Dwiyuliyanto ini menunda studi S2-nya.

Ditanya soal harapannya terhadap persepakbolaan diTanah Air, secara serius Yeyen mengungkapkan mengenai impiannya agar Indonesia bisa berjaya di Asia dan lolos Piala Dunia. Ia juga berharap adanya perubahan infrastuktur di bidang olahraga serta penghargaan yang layak dari pemerintah terhadap semua atlet berprestasi.

Tak lupa Yeyen juga mengungkapkan harapannya terhadap Liga Pendidikan Indonesia. "Agar tercipta pemain berkualitas yang diimbangi dengan mutu pendidikan yang optimal, karena seorang pemain bola berikut supporter dan orang-orang di baliknya termasuk manajemen tim membutuhkan pemikiran yang rasional dan attititude (sikap.red) yang baik. Semua itu perlu dibentuk salah satunya lewat pendidikan di sekolah".

Terakhir, Yeyen Tumena berpesan kepada calon peserta LPI : "Persiapkan dirimu sekarang, dan ingat hanya ada satu pepatah di sepakbola yaitu impossible is nothing, karena sepakbola bukan matematika yang bisa dihitung atau diprediksi di atas kertas".

PROFILE YEYEN TUMENA :

TIMNAS :
- PSSI PRIMAVERA ITALIA
- TIMNAS PELAJAR ASIA
- TIMNAS TIGER SINGAPURA
- TIMNAS PRA ASIA CUP MALAYSIA
- TIMNAS ASIA CUP ABU DHABY
PRESTASI :
- JUARA LIGA INDONESIA
- PSM MAKASSAR (2000)
- PERSEBAYA SURABAYA (2004)
- (EX) PELATIH U-16, UZBEKISTAN 2008
- PELATIH LICENSE B NASIONAL
CLUB :
- PSMS MEDAN
- PSP PADANG PELITA JAYA
- PSM MAKASSAR
- PERSIKOTA TANGERANG
- PERSEDEN DENPASAR
- PERSEBAYA SURABAYA
- SEMEN PADANG
- PERSIJA JAKARTA
- PERSMA MANADO

(Icha)

Share and Bookmarks :
Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Del.icio.us Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Facebook Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com StumbleUpon Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Google Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Diigo Bookmark to:http://www.ligapendidikan.com Technorati